Guru Honorer Tewas Diduga Dianiaya Muridnya

Editor In Chief 95 Kali Dilihat 0 Komentar

Guru Honorer Tewas Diduga Dianiaya Muridnya

Jenasah Ahmad Budi Cahyono ketika akan dimakamkan oleh warga setempat. Foto/Ist.

MADURA, SENTRALONE.COM - Dunia pendidikan kembali berduka, seorang guru di SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura, Ahmad Budi Cahyono warga Desa Jrengik, Kecamatan Jrengik, Sampang meninggal dunia, setelah  diduga dianiaya oleh muridnya sendiri.

Budi menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Kamis (1/2/2018) sekitar pukul 21.40 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun redaksi, kronologi meninggalnya Guru Tidak Tetap (GTT) yang mengajar pelajaran seni rupa itu bermula ketika dirinya menegur salah satu murid kelas XI SMAN 1 Torjun, MH, yang tidak mendengarkan dan mengikuti kegiatan belajar dengan baik.

"Pada saat jam pelajaran, MH ini tidak mendengarkan pelajaran dan justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan mereka," ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Torjun, Amat.

Dikatakan Amat, ketika ditegur oleh Budi, MH tidak menghiraukan teguran dari gurunya itu, malah semakin mengganggu jalanya pelajaran di kelas itu, dengan mengganggu teman-temannya.

"Ketika ditegur, MH tidak menghiraukan, malah mengganggu temanya, lalu pipi MH dicoret oleh pak Budi menggunakan cat untuk melukis," ujar Amat.

Tidak terima dengan perlakuan gurunya, MH kemudian memukul gurunya tersebut, dan sempat dilerai oleh teman-temannya.

"Mendengar ada keributan, saya memanggil pak Budi dan MH, untuk menjelaskan duduk permasalahanya, dan setelah menjelaskan kepada saya, saya menyuruh pak Budi untuk pulang terlebih dulu, saat itu saya tidak melihat ada luka di wajah atau tubuh pak Budi," ungkap Kepala Sekolah.

Setibanya dirumah, Budi mengeluhkan sakit pada bagian lehernya, hingga menyebabkan Budi pingsan.

"Tiba-tiba saya dapat kabar dari keluarga pak Budi, kalau pak Budi tak sadarkan diri, dan dibawa ke rumah sakit Sampang, dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya, karena kondisinya kritis," jelas Amat.

IMG-20180203-WA0013

Setibanya di RSUD Dr. Soetomo, setelah sempat menjalani perawatan medis, Budi meninggal dunia akibat mengalami luka serius di dalam otaknya, dan semua organ tubuh sudah tidak berfungsi.

Korban akhirnya dibawa pulang ke Sampang, untuk kemudian di makamkan di pemakaman desa setempat.

Sementara MH saat ini telah diamankan oleh Polres Sampang guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan untuk dilakukan proses hukum sesuai dengan UU nomor 11 tahun 2012 tentang pidana khusus anak.

Penulis: Fariani

Editor : Hery Setia

Tinggalkan Komentar