Kapolres Malang : Potensi Rusuh Berhasil Diredam

Rusuh Pertandingan Arema FC Vs Persib Bandung

Editor In Chief 58 Kali Dilihat 0 Komentar

Kapolres Malang : Potensi Rusuh Berhasil Diredam

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung turun langsung mengamankan kerusuhan suporter pada laga Arema FC Vs Persib Bandung, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018).

MALANG, SENTRALONE.COM - Tanpa diduga, laga kandang Arema berakhir rusuh. Stadion Kanjuruhan yang biasanya ramah dan penuh kehangatan, mendadak berubah ‘mencekam’, Minggu (15/4) malam.

Ini lantaran oknum penonton tiba-tiba merangsek masuk ke lapangan, saat pertandingan antara Arema FC kontra Persib Bandung memasuki masa injury time babak kedua.

Ada juga oknum suporter nakal nekat melakukan aksi pelemparan.

Beruntung, polisi cepat melakukan langkah pengamanan taktis.

Potensi meluasnya kerusuhan pun bisa cepat diredam.

“Beruntung bisa diredam para petugas. Personel kami langsung bergerak cepat, sebelum terjadi kerusuhan yang tidak diinginkan,” tegas Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.

IMG-20180416-WA0001

Akibat luapan emosi oknum penonton, banyak insiden terjadi.

Seperti yang terjadi pada pelatih Persib, Mario Gomez, yang menjadi salah satu korban pelemparan.

Sang tactician tampak memasuki lorong ruang ganti sambil memegangi kepalanya yang bocor dan bercucuran darah.

Beberapa penonton wanita juga harus dilarikan ke rumah sakit, karena ada yang pingsan dan sesak nafas lantaran berdesak-desakan saat hendak meninggalkan stadion.

“Untuk suporter yang mengalami pingsan akibat insiden tersebut, langsung kami bawa ke RS terdekat dengan ambulance dan beberapa mobil dinas polisi,” papar AKBP Yade.

IMG-20180416-WA0000

Sementara petugas keamanan sibuk menghalau penonton yang mengamuk, para pemain dan awak tim tamu pun tak kalah sibuk menyelamatkan diri.

Meski atmosfer panas menyelimuti seantero stadion sejak awal, namun sejatinya pertandingan berjalan normal, setidaknya sampai menit ke-76.

Bermula dari gol Ezechiel N’douasel semenit kemudian, Kanjuruhan berubah tambah gerah.

Pendukung tuan rumah tentu marah, karena gol itu membuat tim kesayangannya tertinggal 1-2 dari lawan.

Amarah penonton kian memuncak, ketika Dedik Setiawan diusir keluar lapangan, setelah menerima kartu merah pada menit ke-88.

Bomber Arema itu kedapatan menyikut wajah bek Persib, Ardi Idrus, saat duel perebutan bola.

Dari sini suasana jadi mencekam. Ada oknum suporter nekat menembus barikade stewart di tribun, memaksa masuk ke lapangan.

Aksi pelemparan juga tak bisa dihindari. Para pemain maupun official jadi ketakutan.

Sebagian punggawa Arema dan tim pelatih sibuk memprotes wasit dan perangkat pertandingan, karena sejatinya laga masih menyisakan waktu beberapa menit.

Laga dihentikan dalam kondisi skor imbang 2-2. Kini kerugian Arema bisa berlipat ganda, jika Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada panpel atas apa yang terjadi di Kanjuruhan malam ini.

Dari kejadian ini, Yade mengimbau suporter juga ikut bertanggung jawab menjaga kondusifitas kandang tim pujaannya.

Apalagi Aremania dikenal sebagai salah satu suporter teladan Tanah Air, tentunya ikut menjaga dan bertanggungjawab atas kondusifitas kandang singa, dan tidak terpancing ulah oknum suporter yang anarkis.

Editor : Hery Setia

Tinggalkan Komentar