Kepala BNNP Maluku Akan Assesment Langsung Iptu Tanikwele

Editor In Chief 47 Kali Dilihat 0 Komentar

Kepala BNNP Maluku Akan Assesment Langsung Iptu Tanikwele

Kepala BNNP Maluku, Brigjen Rusno Prihardito. Foto: Imanuel Alinan/sentralone.com

AMBON, SENTRALONE.COMPeran ganda mantan Kasat Narkoba Polres Seram Bagian Barat (SBB) Iptu Yustus Tanikwele yang diduga ikut menjual narkoba jenis sabu kepada Sekwan SBB, membuat geram Kepala BNNP Maluku, Brigjen Polisi Rusno Prihardito. 

Karena itu, ia berjanji akan menjadi assesor khusus bagi Iptu Tanikwele, jika nantinya dibawa penyidik Ditnarkoba menjalani proses assesment di BNNP Maluku. 

"Saya yang ambil langsung. Saya yang akan melakukan assesment kepada dia (Tanikwele-red). Tidak akan saya kasih ke staf saya," tegas Rusno kepada Sentralone.com di ruang kerjanya Selasa, (13/2/2018).

Sebagai seorang polisi, Rusno mengaku sangat kecewa dan prihatin dengan perbuatan Tanikwele karena telah mencoreng wajah institusi kepolisian. 

Menurutnya, kepercayaan pimpinan yang telah menunjuk Tanikwele menjabat Kasatnarkoba Polres SBB telah dihianati. 

"Sebagai seorang polisi dan Kasat Narkoba, harusnya dia (Tanikwele-red) harus jadi ujung tombak pemberantasan narkoba. Tetapi ini malah sebaliknya mencari keuntungan dengan menjual barang haram," tukas alumni Akabri Kepolisian tahun 1985. 

Perwira tinggi Polri dengan pangkat satu bintang di pundak ini mengungkapkan, akan melakukan assesment juga kepada mantan Sekwan Kabupaten SBB Markus Teken yang terlebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. 

Untuk diketahui, Kasat Narkoba Polres Seram Bagian Barat (SBB) Iptu Yustus Tanikwele telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. 

Ia diduga mengedarkan narkoba jenis sabu dengan cara menjual kepada Markus Teken alias Max, Sekretaris DPRD Kabupaten SBB. 

Tanikwele dijerat dengan pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun. 

Dari hasil penggeledahan personil Ditresnarkoba dibantu personil Propam Polda Maluku melakukan penggeledahan pada Sabtu, (3/2/2018) di ruang kerja Iptu Tanikwele di Mapolres SBB, dan ditemukan barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp. 3,6 juta dan 10 butir pil PCC yang dikemas dalam plastik bening. 

Saat diinterogasi, Iptu Tanikwele mengakui bahwa sebagian uang tersebut merupakan hasil penjualan narkoba kepada Sekwan Max Teken. 

Saat ini, Iptu Tanikwele telah ditahan di ruang tahanan Mapolda Maluku.

Ia disangkakan dengan pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Penulis : Imanuel Alinan

Editor : Hery Setia

Tinggalkan Komentar