JAKARTA, SENTRALONE.COM – Komisioner Komnas HAM Hairansyah Akhmad melakukan kunjungan silaturahmi di rumah dinas Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Hairansyah datang bersama Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik serta Komisioner Pengkajian dan Penelitian HAM Choirul Anam.

“Yang dibahas soal kerja sama Komnas HAM selama ini dengan Polri berkaitan dengan program polisi ramah HAM, Brimob, Sabhara, dan Kadiv Hukum. Selain itu, juga penyikapan dan antisipasi agenda politik nasional 2019. Fokus soal hate speech diskriminasi ras dan etnis,” kata Hairansyah, Jumat (14/9).

Hairansyah menerangkan, diperlukan pemahaman bersama antara Polri dan Komnas HAM terkait penanganan kasus hate speech di momen pesta demokrasi.

Hal itu disebabkan Polri kerap dinilai membungkam kebebasan berekspresi dengan penegakan hukum.

Perlu pemahaman bersama atas tindakan sesuai kewenangan masing-masing untuk mencegah adanya kemungkinan kekerasan dan bentrok antarpendukung masing-masing calon.

“Ada tindakan persuasif pada level tertentu, namun kalau pada situasi yang lain, dimungkinkan tindakan tegas dalam penegakan hukum untuk menghindari dampak negatif lebih luas,” jelas Hairansyah.

Untuk menjamin tidak adanya pelanggaran HAM yang dilakukan kepolisian, Hairansyah menyampaikan komunikasi antar instansi terkait harus terus dibangun.

“Komunikasi harus terus dibangun antar Polri dan Komnas HAM, serta lembaga lain yang terkait,” imbuhnya.

Hairansyah menjelaskan, upaya preventif terhadap pelanggaran HAM oleh kepolisian telah dilakukan Komnas HAM selama ini, yaitu dengan menerbitkan buku saku ramah HAM sebagai panduan polisi dalam bertindak.

Dia mengaku Komnas HAM juga mengintensifkan pelatihan polisi ramah HAM dan sedang menggodok hal-hal apa saja yang dapat diimplementasikan sebagai parameter HAM bagi Polri.

“Selama ini sudah ada upaya Komnas HAM dengan menerbitkan buku saku polisi ramah HAM. Itu bisa jadi pegangan polisi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai aparat keamanan,” katanya.

Selain itu, Komnas HAM juga mengintensifkan pelatihan polisi ramah HAM, membangun standar bersama penanganan kasus yang berperspektif HAM, transparansi, dan responsivitas penanganan kasus dan pengaduan masyarakat.

Terakhir, Hairansyah mengatakan pihaknya juga menyosialisasi rencana Komnas HAM memantau Pemilu 2019 dan mengajukan kerja sama dengan Polri terkait penyelidikan aduan masyarakat.

“Kami memiliki fungsi penyelidikan terhadap aduan masyarakat. Kami meminta kerja sama peningkatan kapasitas staf dalam masalah penyelidikan untuk bisa dilakukan pelatihan dan sosialisasi rencana Komnas HAM melakukan pemantauan pemilu 2019,” pungkasnya.

Editor : Hery Setia

LEAVE A REPLY