BANDUNG, SENTRALONE.COM – Polrestabes Bandung menerapkan sistem e-tilang sejak Januari 2018.

Selama penerapan sistem e-tilang itu, sudah ada penindakan terhadap 80 ribu pengguna jalan yang dilakukan penilangan di wilayah Kota Bandung.

Pasalnya, sistem e-tilang tersebut dimonitoring atau dipantau melalui cctv yang terletak di beberapa titik di Kota Bandung.

Selain melakukan penilangan melalui cctv, polisi juga jemput bola dengan mengecek nomor polisi (nopol) kendaraan dan mengecek alamat rumah pelanggar yang mayoritas adalah pengguna motor.

Dari 80 ribu pelanggar, sekitar 400 pelanggar sudah dilakukan penindakan e-tilang melalui beberapa cctv yang ada di lampu merah.

“Sudah 400 pelanggar yang sudah ditindak (e-tilang),” kata Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP Agung Reza Pratidina, Jumat (12/10).

Menurutnya pelanggaran yang paling banyak ditilang melalui cctv adalah melanggar marka jalan khusus di lampu merah.

Namun, lebih banyak ditindak yakni pengendara yang melakukan pelanggaran berat hingga mengakibatkan kecelakaan.

“Kami lebih banyak melakukan tilang terhadap pelanggaran berat yang bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Diketahui, sejauh ini Kota Bandung memiliki cctv sekitar 180 titik yang tersebar di seluruh ruas jalan.

Dengan adanya e-tilang, diharapkan pengemudi lebih tertib berlalu lintas.

“Sekarang relatif tertib, karena ada imbauan juga melalui pengeras suara di lampu merah. Jadi sudah mulai tertib, kalau dulu dikasih tahu tidak ada yang menghiraukan,” ungkapnya.

Pelanggaran terbanyak yang dilakukan e-tilang oleh pihak kepolisian berada di Jalan Surapati, Balubur, Sentot, Tamansari, Merdeka, dan lainnya.

Keunggulan e tilang yakni masyarakat lebih dipermudah. Karena yang bersangkutan ditilang tidak harus melakukan sidang melainkan langsung membayar melalui ATM.

Namun juga ditemukannya kendala dalam penilangan cctv.

Ketika memonitoring dari cctv dilihat nopol pengguna tudak sesuai dengan data dari database Samsat.

Selain itu, juga kepemilikan sudah pindah tangan atau pindah rumah.

Kalau pun bisa ditelusuri, kata Reza itu akan memakan waktu yang cukup lama.

Editor : Hery Setia

LEAVE A REPLY