Kadin Sambut Baik Pembukaan Kantor Konjen Australia di Surabaya

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA. Foto: sentralone.com/Junaidy

SURABAYA, SENTRAL ONE – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA menilai positif dibukanya kantor konsulat jenderal (konjen) Australia di Surabaya. Menurutnya, dengan dibukanya kantor konjen Australia di Surabaya ini diharapkan bisa meningkatkan hubungan dagang, pariwisata dan investasi serta pendidikan antara kedua negara Indonesia dan Australia.

Bertempat di JW Marriot Hotel Surabaya, pejabat Konjen Australia mengundang secara khusus beberapa pengusaha Surabaya, termasuk Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA, Sabtu (16/9/2017).

Kepada Dubes Australia, HE Mr Paul Grigson, Jamhadi mengucapkan selamat atas soft opening kantor Konjen Australia di Surabaya.

“Sekarang masyarakat di Surabaya jika ingin mengurus visa ke Australia lebih mudah. Dan ini juga bisa meningkatkan kerjasama perdagangan, investasi, dan pariwisata antara Surabaya dan Jawa Timur dengan Australia,” kata Jamhadi.

Di bidang perdagangan, menurut Jamhadi, Jawa Timur masih mengalami defisit. Tercatat di data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, ekspor non migas Jawa Timur ke Australia pada Januari sampai Juli 2017 sebesar USD 206.045.725, atau tumbuh 8,21% dari periode yang sama tahun 2016 sebesar USD 190.409.172.

Sedangkan nilai impor non migas Jawa Timur dari Australia dari Januari sampai Juli 2017 sebesar USD 403.308.799, atau tumbuh 38,7% dari periode yang sama tahun 2016 sebesar USD 290.776.500.

“Impor dari Australia seperti besi, mesin, otomotif, produk kesehatan, kimia dasar, kertas, makanan dan minuman, plastik, elektronik, dan produk agro. Sedangkan ekspor Jawa Timur berupa kayu olahan, makanan dan minuman, kertas, produk kesehatan, olahan karet, mesin, baja, tekstil, dan aluminium,” ujar Jamhadi.

Selain meningkatkan hubungan dagang, Jamhadi juga berharap di sektor pariwisata juga terjadi peningkatan. Sebab, pada Januari hingga Juli 2017, dari sebanyak 125.157 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Timur melalui Bandara Juanda, Australia tidak masuk dalam 10 besar.

Yang terbanyak ialah Malaysia dengan total 4.080 kunjungan atau naik 21,10%, diikuti Tiongkok sebanyak 1.999 kunjungan, lalu Singapura sebanyak 1.937 kunjungan.

Di bidang investasi juga demikian. Banyak perusahaan Australia berdiri di Jawa Timur. Diantaranya pabrik produksi dan pengolahaan seperti Coca-Cola Amatil, Blue Scope Steel, Comweld Group, Nuplex dan Caterlindo. Perusahaan jasa Australia, seperti Ramsay Health, ANZ Bank dan Bank Commonwealth juga telah mendapat keuntungan dari tumbuh suburnya ekonomi Surabaya.

“Perusahaan-perusahaan itu berproduksi dengan baik, dan menyerap banyak tenaga kerja. Tahun 2016 lalu, sebanyak 749.078 orang terserap dari investasi PMA (Penanaman Modal Asing),” ujar Jamhadi.

[Jun]