SURABAYA, SENTRALONE.COM – Terkait fenomena penggunaan air rebusan pembalut wanita yang dikonsumsi para remaja di daerah Jawa Tengah, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya AKBP Suparti mengimbau kepada seluruh pihak untuk lebih melakukan pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan masing-masing.

“Pengawasan orangtua sebagai sosok yang paling dekat dengan anak-anak sangat penting untuk mencegah kenakalan remaja semacam itu, serta peran tokoh masyarakat di suatu lingkungan juga berperan penting dalam upaya pengawasan dan pencegahan terjadinya hal-hal yang menyangkut kenakalan remaja,” kata AKBP Suparti kepada Sentralone.com, Kamis (8/11/2018).

Menanggapi fenomena penggunaan air rebusan pembalut wanita yang dikonsumsi para remaja di Jawa Tengah menurutnya merupakan bentuk lemahnya mental para generasi muda.

Hal ini yang harus disikapi dengan bijak oleh semua pihak, bukan hanya dari pihak BNN melainkan juga dibutuhkan peran stake holder terkait serta tokoh masyarakat untuk mencegah hal serupa terjadi di wilayah masing-masing, khususnya di Kota Surabaya.

“Untuk saat ini kami belum pernah menemukan kasus serupa (konsumsi air rebusan pembalut wanita) di Surabaya, namun dengan adanya fenomena itu perlu disikapi dengan cepat dan tepat agar hal serupa tidak terjadi di kota Surabaya,” ujar AKBP Suparti.

Ditambahkan AKBP Suparti, pendekatan serta pengawasan orangtua sangat penting agar anak-anak mereka tidak ikut-ikutan melakukan hal-hal yang sebenarnya sangat merugikan masa depan anak-anak mereka sendiri.

Kesibukan orangtua di zaman sekarang ini membuat kebanyakan anak-anak kurang pengawasan dan bimbingan agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja.

“Disini peran orangtua sangat penting agar anak-anak dapat terhindar dari hal negatif yang dapat merugikan masa depan mereka,” tandas AKBP Suparti.

Editor : Hery Setia

LEAVE A REPLY