MARTAPURA, SENTRALONE.COM – Club kebanggaan warga Martapura Kabupaten Banjar Martapura FC maju dan bertanding melawan Persiwa Wamena asal Papua pada laga perdananya dalam ajang bergengsi Nasional.

Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Damang Lehman, Rabu (25/04) sangat meriah, sorak soraya yang dibawakan oleh 500 lebih suporter Martapura FC dari Laskar Sultan Adam memberi semangat dengan menyanyikan yel-yel.

Tidak berlangsung lama, pertandingan Martapura FC melawan Persiwa Wamena sudah unggul 1 poin dalam menit kelima dari kaki Qischil G Minny nomor punggung 16.

Memang terlihat, permainan Martapura FC lebih baik dibandingkan Persiwa Wamena, serangan demi serangan membuat tekanan bagi Persiwa Wamena untuk membalas balik menyerang, namun pasukan spartan Martapura FC belum bisa dihalau dengan baik.

Semangat Persiwa Wamena tidak luntur, usaha mereka untuk menyerang balik terus digalakan, lewat ketangkasan sang Kapten Saktiawan sinaga mencoba menjebol gawang Martapura FC pada menit ke ke 24, namun usaha itu nihil, bola masih bisa dihalau oleh Kiper Martapura FC Dedi Haryanto.

Pertandingan semakin sengit, usaha sang Kapten Persiwa Wamena untuk membalas menjebol gawang Martapura FC akhirnya berbuah manis.

Pada menit ke 28 akhirnya Kapten Persiwa Wamena dengan nomor punggung 26 berhasil menggulingkan bola masuk ke gawang Martapura FC, dan membuat imbang satu sama.

Pada kursi VIP terlihat, Sekretaris Daerah Kabupaten Martapura H. Nasrunsyah dan Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete hadir menyaksikan pertunjukan club sepak bola Martapura FC yang menjadi kebanggaan masyarakat banua.

Usaha dan semangat kedua tim, Martapura FC dan Persiwa Wamena untuk memenangkan pertandingan masih tidak berubah, hingga menit terakhir babak pertama masih dengan score satu sama.

Masuk babak kedua, semangat kedua, masuknya Muhammad Aidil Bohel nomor punggung 7 menggantikan Chris Sibi dengan nomor punggung 93 berharap bisa mengubah kedudukan.

Namun, pada menit ke 54 babak kedua gawang Martapura FC kembali dijebol oleh Munawir Basri nomor punggung 32 menambah poin untuk Persiwa Wamena menjadi 2-1.

Tidak berlangsung lama, Martapura FC kembali terpukul, hanya berselang 1 menit Persiwa Wamena lagi-lagi menorehkan poin lewat kaki Edo Febriansyah 3-1 mengungguli tuan rumah.

Marapura FC sangat lemah pada bebak kedua, staregi formasi dan semangat pemain masih belum terlihat matang, pertahanan bek sangat lemah hingga mampu dihalau dengan mudah oleh Persiwa Wamena.

Rahmat latif nomor punggung 17 posisi bek Martapura FC tidak mampu membendung bola yang datang dari Yoseph Ostanika Malau nomor punggung 19 hingga kembali memasukan bola ke gawang lawan pada menit ke 20 hingga menambah poin Persiwa Wamena 4-1.

Tidak berlangsung lama, Martapura FC berusaha mebalikan poin, dengan hadiah pinalti pada menit ke 29 Dewa nomor punggung 28 lewat tendangannya menambah poin hingga skor bertambah menjadi 2-4.

Martapura FC masih memiliki semangat membalikan keadaan, lewat tendangan jarak jauh dari kaki Muhammad Bogel yang melambung tinggi sehingga tidak bisa di halau oleh penjaga gawang persiwa Caniago dan berhasil membuahkan gol, 3-4 untuk Martapura FC.

Tendangan bebas kembali dihadiahi untuk Martapura. Usaha dari Dewa Martapura FC tidak bisa merubah keadaan, tendangan bebas pada menit ke 40 meleset dari gawang.

Pertandingan sampai pada menit akhir, 2 menit tambahan waktu tidak cukup untuk Martapura FC menyamakan kedudukan, hingga pertandingan berakhir dengan skor 4-3 untuk Persiwa Wamena.

Sejarah Martapura FC tidak pernah kalah di kandang sendiri, kini tidak lagi. Sejarah itu pecah saat bertanding melawan Persiwa Wamena, Martapura FC kalah dengan skor 3-4.

Pelatih Martapura FC Hartono Ruslan mengatakan, memang setiap pertandingan pertama tidak bisa diprediksi karena memang masih belum mengetahui kekuatan lawan.

“Kata jarang sekali mendapatkan kesempatan sedangkan Persiwa banyak peluang untuk memperoleh gol,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, Rahmat Latif nomor punggung 17 selalu maju saat ada pelanggaran dari musuh, namun saat persiwa menyerang balik ia kalah lari.

“Kita memang meiliki pengganti posisi Latif, namun kondisi kesehatan Erwin tidak bisa kita paksakan dan belum bisa kita mainkan,” ungkapnya.

Sementara untuk menghadapi pertandingan selanjutnya, pelatih akan mengevaluasi pemain, kehilangan konsentrasi dan harus diperbaiki.

“Kita juga akan mengevaluasi pemain, kehilangan konsentrasi fasing yang kurang tepat dan mental, kita akan memperbaikinya,” pungkasnya.

Penulis : Sayyid Maulana

Editor : Basori Adnan

LEAVE A REPLY