Polisi Tetapkan Dua Tersangka Dugaan Pungli Kantor Imigrasi Perak

AKBP Leonard Sinambela Kasatreskrim Polrestabes Surabaya.

Dua Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka

SURABAYA - Polisi akhirnya menetapkan dua tersangka atas penggeledahan kantor Imigrasi Kelas Satu Tanjung Perak Surabaya, dalam dugaan pungli.

Dari informasi diketahui, penetapan tersebut setelah Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya melakukan gelar perkara secara marathon hingga Jumat malam.

Dari empat terperiksa, dua diantaranya resmi ditetapkan sebagai tersangka. Satu diantaranya berinisial Yg berstatus sebagai kepala sub seksi, dan satu lainnya berinisial Ar sebagai calo.

AKBP Leonard Sinambela, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu siang membenarkan informasi tersebut. Saat ini, polisi terus melakukan proses penyelidikan.

Penetapan tersangka ini diduga terkait penyetoran sejumlah uang untuk mempercepat proses pembuatan paspor. Sementara, AKBP Leonard tidak menyebut detail berapa jumlah uang yang diserahkan.

Diketahui, Tim Saber Pungli Polrestabes Surabaya melakukan penggeledahan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tanjung Perak Surabaya, Kamis malam.

Empat orang diamankan untuk dimintai keterangan terkait setoran uang pelicin, untuk memperecepat proses pembuatan paspor. Setoran tersebut diduga menyalahi aturan dalam pembuatan dokumen paspor, yakni dari harga Rp 355 ribu rupiah menjadi Rp 1 juta.

Terpisah, pihak Kantor Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Wilayah Jawa Timur, berencana akan memberikan pernyataan resmi terkait kasus yang dialami jajarannya, Senin pekan depan.

Hal ini dibenarkan oleh Ishadi Kepala Humas Kemenkum HAM Kanwil Jawa Timur ketika dikonfirmasi wartawan.

[her]