CEO Action COACH Indonesia dan Founder/Owner Kelola Digital Inc. Ari Nugrahanto.

JAKARTA, SENTRALONE.COM – Resmi berlangsungnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di awal tahun 2016 ini yang bersamaan pula dengan maraknya era digital merupakan kombinasi luar biasa bagi pengusaha Indonesia. Tantangan untuk bisa menjadi raja, bukan hanya sekedar menjadi market di MEA pun makin tak mudah. Apalagi di era digital ini pengusaha Indonesia diharuskan berpikir dan bergerak cepat agar tak kian tertinggal dengan para pesaing. Pengoptimalan digitalisasi pun sudah jadi kewajiban.

Melihat kenyataan itu, CEO Action COACH Indonesia dan Founder/Owner Kelola Digital Inc. Ari Nugrahanto menyampaikan pendapatnya. Menurutnya, ada dua sisi menarik yang bisa dilihat di Indonesia dalam hal pengoptimalan digitalisasi: di sisi pertama ada pemilik bisnis yang sudah mau optimal, tetapi di sisi lain infrastruktur di Indonesia belum bisa dikatakan optimal. Namun, pria yang akrab disapa Coach Ari ini menuturkan rasa optimismenya ke depan. Ia mengatakan jika swasembada digital di Indonesia akan lebih baik lagi beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, bagi pengusaha di Indonesia yang tidak mau kalah saing, Coach Ari mengharuskan mereka untuk menghilangkan pola pikir lama. “Hilangkan pola pikir ‘semua dikerjakan sendiri’. Di era MEA ada satu kata kunci yang saya kasih, yaitu kolaborasi. Sudah saatnya kita berkolaborasi dengan semua kalangan yang mempunyai expertise yang kita butuhkan,” katanya.

Menurutnya, dengan begitu maka para pengusaha tidak lagi harus memikirkan hal-hal teknis, melainkan lebih bisa fokus ke hal-hal strategis dalam mengembangkan bisnis. “Contoh, saya punya Kelola Digital. Kenapa saya hadir? Karena saya melihat sudah saatnya pemilik bisnis itu tidak terjebak dalam segi teknis. Karena mereka juga harus menghabiskan waktu untuk memikirkan strategi digital,” jelasnya.

Dan hal yang paling mungkin terjadi menurut Coach Ari apabila pemilik bisnis terjebak dalam segi teknis maupun strategi adalah digital stuck. Artinya, semua aset digital yang dimiliki mereka hanya menjadi pajangan belaka.

“Makanya, kalau kita berpikir praktis, maka kita bisa berkolaborasi. Saya bisa bantu mereka untuk mengelola aset digital mereka. Paling gampang kami mengelola website dan media sosial mereka. Sehingga si pemilik bisnis bisa lebih berkonsentrasi dalam hal strategis.

Sementara yang kami lakukan hal teknis,” jelas Coach Ari. Dengan begitu, tambahnya, mereka bisa lebih cepat maju.
Selain itu, menurut Coach Ari, kolaborasi juga bisa dilakukan dengan membentuk atau mengikuti komunitas bagi sesama entrepreneur atau pengusaha di Indonesia. Karena menurutnya sudah saatnya para entrepreneur di Indonesia saling bersatu agar dapat saling berkolaborasi, bukan lagi saling berkompetisi.

“Intinya, tinggal bagaimana semua pemilik bisnis atau entrepreneur kita. Bagaimana kita bisa menjalani bisnis secara sustain, itu harus berkolaborasi. Itu kata kuncinya. Kalau kita sendiri maka tidak akan bisa (bersaing),” tukas pria yang baru saja dianugerahi Anugerah Wirausaha Indonesia (AWI) 2016 ini.

Coach Ari pun merasa optimis terhadap daya saing pengusaha Indonesia saat ini. “Karena Indonesia punya semuanya. Kita punya sumber daya alam, sumber daya manusia dan kita punya capture market. Tidak usahlah kita pusing-pusing terlalu go international. Kita fokus di negara sendiri dulu saja agar sukses,” pungkasnya.

Bisnisupdate News Network

[her]

LEAVE A REPLY