BANJARBARU, SENTRALONE.COM – Permasalahan alam dan penambang di Kalsel dirasa sudah mulai meresahkan. Potensi sumber daya alam di Kalsel yang luar biasa menggiurkan bagi penambang rupaanya mengancam kesejahteraan masyarakat lokal.

Baru-baru ini munculnya surat keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 441.K/30/DJB/2017 tentang Penyesuaian Tahap kegiatan (PKP2B) PT Mantimin Coal Mining (MCM)

Menyikapi hal ini lebih dari 50 anggota Poros Hijau Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan berkumpul untuk “Ngobrol Santai” yang bertema Perspektif Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan dan Upaya Penyelamatan Sumber Daya Alam Berkarakter Pemberdayaan Sumberdaya Lokal.

“Isu Lingkungan Hidup merupakan isu yang penting.. Dan beliau selalu ingin ada solusi bagi bangsa, termasuk problem lingkungan hidup”, kata Kang Maman, sapaan akrab Maman Imanulhaq.

Tjokorda sebagai Koordinator Daerah Poros Hijau Indonesia Kalimantan Selatan menyatakan Poros Hijau Indonesia Kalimantan Selatan juga akan mengalang kaum millineal dalam isu lingkungan hidup berkelanjutan. “Disini hadir anak muda, karena isu lingkungan hidup sangat terkait dengan generasi mendatang”. (vie)

LEAVE A REPLY