SENTRALONE.COM – Turki membebaskan 38 ribu tahanan setelah mengumumkan reformasi lembaga pemasyarakatan. Hal itu dilakukan untuk menyediakan sel penjara bagi puluhan ribu tersangka yang ditangkap atas tuduhan kudeta bulan lalu.

Berdasarkan keputusan reformasi lembaga pemasyarakatan, napi yang mempunyai sisa masa hukuman 2 tahun memenuhi syarat untuk bebas dengan masa percobaan selama satu tahun. Namun ketentuan ini tidak berlaku bagi napi terorisme, pembunuhan, kekerasan atau kejahatan seksual seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/8/2016).

“Aku benar-benar senang bisa dibebaskan dari penjara. Saya tidak mengharapkan sesuatu seperti ini. Saya berterima kasih kepada Presiden Recep Tayyep Erdogan. Saya kini telah sadar. Setelah ini, saya akan mencoba untuk menjadi lebih baik, menjadi orang bersih,” kata seorang tahanan yang bebas, Turgay Aydin.

Dalam sebuah wawancara dengan sebuah stasiun televisi, Menteri Kehakiman Bekir Bozdag mengatakan, pada awalnya 38 ribu orang akan dibebaskan dalam program reformasi lembaga pemasyarakatan. Tetapi nantinya sebanyak 93 ribu napi akan memperoleh dari manfaat program ini.

Menurut data kementerian kehakiman yang diperoleh kantor berita Anadolu, ada 213.499 tahanan di penjara pada 16 Agustus, lebih 26.000 di atas kapasitas penjara.

[her]

Sumber: Sindonews.com

LEAVE A REPLY