Sentralone.com – Tiga wanita kolektor sperma sedang diburu oleh polisi setelah mendapat laporan dari seorang pria yang mengaku telah diperkosa oleh mereka.

Ketiga pelaku, yang diyakini menggunakan mobil Toyota Cresta putih, menawarkan tumpangan kepada korban yang sedang berjalan di jalanan kota Bulawayo, Zimbabwe.

Namun, bukannya membawa korban ke tempat tujuan, ketiga pelaku justru memaksanya untuk melayani mereka. Ia lalu diturunkan setelah para pelaku berhasil mendapatkan spermanya

Juru bicara kepolisian Bulawayo Inspektur Precious Simango mengatakan kepada The Chronicle bahwa para pelaku menawari tumpangan kepada korban di jalanan yang sebenarnya tidak boleh menurunkan maupun menaikkan penumpang, yakni 6th Avenue.

Korban baru merasa curiga ketika para pelaku mengubah jalur secara tiba-tiba. Mereka lalu memarkir kendaraan di daerah pedesaan yang sepi dan memperkosanya.

“Salah seorang wanita itu menggunakan kondom sementara dua lainnya berhubungan seks dengannya tanpa pengaman. Mereka lalu menyimpan spermanya sebelum menurunkannya begitu saja,” ujar Simango.

Simango tidak menjelaskan kenapa para pelaku itu menyimpan sperma korban, namun kasus ini hampir serupa dengan serangkaian serangan di Zimbabwe yang terjadi pada 2011 dan 2012.

Serangan saat itu dilatarbelakangi oleh ritual tradisional di Zimbabwe untuk meningkatkan keberuntungan seseorang, yang salah satu syaratnya adalah sperma.

Menurut media lokal, korban biasanya ditodong oleh senjata, baik pisau maupun pistol, diberikan obat kuat dan dipaksa melakukan hubungan intim berulang kali sebelum akhirnya diturunkan di tengah jalan.

[Zaenal]

Sumber: Mirror

LEAVE A REPLY