SURABAYA, SENTRALONE.COM – Kebutuhan logistik untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala masih sangat tinggi.

Kepedulian dari masyarakat pun demikian besar. Untuk itu Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan PT ASDP Indonesia Ferry yang mensupport transportasi kapal kembali memberangkatkan kapal kemanusian dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (27/10/2018).

Kapal kemanusiaan ini adalah kapal ke-2 dari PT. ASDP yang bertolak dari Surabaya menuju Palu.

Seperti sebelumnya kapal kemanusiaan ini akan membawa bahan logistik berupa makanan, obat-obatan, personal hygiene, peralatan bayi dan lain-lain.

Kapal yang bernama KMP Drajat Paciran ini berangkat dari Surabaya Sabtu pukul 17.00 WIB dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengangkut 200 ton logistik menuju Palu.

Sebelum bahan-bahan logistik ini diangkut ke dalam lambung kapal, akan ada konvoi truk yang membawa bahan logistik dari kantor ACT Jalan Gayungsari Barat X/41 menuju pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Truk yang mengangkut bantuan logistik untuk korban bencana di Sulawasi Tengah.

Ponco Sri Aryanto, Kepala Cabang ACT Jawa Timur mengatakan bahwa bantuan logistik yang akan dibawa oleh kapal kemanusiaan kali ini tidak hanya dari Jawa Timur saja melainkan juga dari ACT Cabang Jawa Tengah dan Yogyakarta, selain itu juga dari BPBD Propinsi Jawa Timur yang merupakan sumbangan dari masyarakat Jawa Timur.

“Semoga pemberangkatan kapal kemanusiaan yang membawa berbagai jenis bantuan logostik ini memberikan pesan kepada masyarakat luas bahwa bahan logistik masih sangat dibutuhkan oleh para korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala, meski saat ini sudah memasuki masa recovery. Sekali lagi kami juga sangat berterima kasih sekali kepada PT ASDP Indonesia Ferry yang telah membantu kami menyediakan kapal sebagai sarana transportasi untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Palu untuk yang ketiga kalinya dari Jakarta dan Surabaya,” jelas Ponco.

Sementara itu, Rudy Hanafiah, General Manager PT. ASDP Cabang Surabaya mengaku puas dengan keberangkatan kapal kemanusiaan ini karena banyak pertanyaan “kapan kapal diberangkatkan lagi ke Palu? “.

“Setelah keberangkatan KMP Drajat Paciran dari Tanjung Perak beberapa waktu lalu, kami juga masih terus mendapatkan pertanyaan dari berbagai pihak, baik itu pribadi maupun organisasi, “kapan kapal diberangkatkan lagi menuju palu untuk membawa barang bantuan? “, maka dari itu kami berkoordinasi dengan ACT untuk kembali mengirimkan bantuan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” ujar Rudy.

Lebih lanjut Rudy menambahkan, PT. ASDP Indonesia Ferry berkomitmen untuk membantu para korban bencana di Palu dengan memberangkatkan kapal yang bisa digunakan secara cuma-cuma untuk menyalurkan bantuan dari seluruh lapisan masyarakat indonesia, khususnya jawa timur.

“Semoga segala upaya yang telah dilakukan dapat meringankan beban para korban dan mempercepat proses pemulihan infrastruktur,” pungkasnya.

Dari BPBD Provinsi Jatim juga turut mendukung pemberangkatan kapal kemanusiaan ini, dengan mengirimkan sejumlah kendaraan rescue milik BPBD.

Selain bantuan berupa logistik yang diberangkatkan, ACT juga akan menyertakan relawan dari Jawa Timur.

Relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) yang terpilih akan berangkat bersama dengan bantuan logistik dalam kapal kemanusiaan ini.

Relawan yang tergabung dalam MRI ikut berangkat menuju Palu menggunakan Kapal KMP Drajat Paciran.

Achmad Hamid, Koordinator MRI Jawa Timur mengatakan tenaga relawan di lokasi bencana saat ini masih sangat dibutuhkan, mengingat besarnya dampak dari bencana tersebut.

“InsyaAllah untuk menambah tenaga relawan di Palu dan Donggala, MRI siap menerjunkan 20 SDM relawan pilihan. Semoga dapat mensupport aksi-aksi kemanusiaan yang dijalankan oleh ACT di lokasi bencana,” ujar Hamid.

Ikhtiar untuk membantu saudara kita yang tertimpa bencana masih terus diupayakan.

Semoga kepedulian masyarakat juga tak lekas padam, sampai para korban bencana dapat bangkit dari keterpurukan. Bangkit dalam berbagai sendi kehidupan. Mari terus bantu saudara kita yang tertimpa bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sigi, Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Penulis: Dian Laksana
Sumber : Humas ACT Jatim
Editor : Hery Setia

LEAVE A REPLY