Danlanal Denpasar Bersama Unsur KSOP Benoa Ikuti Video Confrence dengan Menhub

13

DENPASAR, SENTRAL ONE.COM – Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar, Lantamal V, Koarmada II, Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko bersama unsur Kantor Kesayahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) mengikuti Video Confrence bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kamis (12/9/2019).

Vidio confrence tersebut dilaksanakan pelaksanaan kegiatan Gerakan bersih Laut dan Pantai, dalam rangka Peringatan Hari Perhubungan Nasional, di Dermaga Marina PT. PPI (Pelindo Properti Indonesia) Pelabuhan Benoa Bali.

Peringatan HUT yang mengusung tema “Laut Bersih Bikin Baper” ini diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang diikuti oleh Seluruh Unsur Maritim Pelabuhan Benoa Bali, serta stake holder yang berada di Pelabuhan Benoa, dipimpin oleh Kepala KSOP Benoa Bali Bapak Agustinus Maun, S.T., M.T.

Pada sesi Video Confrence dengan Menteri Perhubungan, diawali dengan yel yel Gerakan Bersih Laut dan Pantai dengan ucapan “Kami Siap Mewujudkan Laut Indonesia Bebas Dari Sampah Pelastik” oleh seluruh peserta.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Komandan Lanal Denpasar, Dirpolair Polda Bali, CEO Pelindo III Benoa, Kapolsek Wilayah Laut Benoa, Kepala Kantor Imigrasi Pelabuhan Benoa, Kepala Balai Karantina Kelas I Denpasar, Kakansar Denpasar.

Kemudian Kepala Balai Navigasi Benoa, Kepala Kantor Beacukai Pelabuhan Benoa, ATLI Benoa serta Stake Holder diwilayah Pelabuhan Benoa Bali, serta diikuti oleh kurang lebih 1.025 orang dari unsur TNI/Polri dan Karyawan Pelabuhan Benoa dan Masyarakat sekitar Pelabuhan Benoa Bali.

Dalam Sambutan tertulisnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang di bacakan Ka KSOP Pelabuhan Benoa mengatakan bahwa kegiatan bersih laut dan pantai ini dilakukan serentak di seluruh pelabuhan di Indonesia.

Gerakan ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia.

Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas) dan Badan Pusat Statistik bahwa sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, dengan sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut dan berbahaya bagi keberlangsungan ekosistem di laut.

Oleh karena itu, pemerintah menargetkan pengurangan sampah di laut hingga 70 persen pada 2025 agar mengurangi dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan laut dan pantai.

Lebih lanjut Menteri Perhubungan berharap semoga perilaku hidup bersih ini dapat menjadi budaya dari masyarakat Indonesia. Sebab laut dan pantai bersih hidup kita menjadi nyaman dan dapat menjadi investasi masa depan bagi generasi penerus bangsa Indonesia.

Serta mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari yang tidak bisa serta-merta tetapi sedikit demi sedikit.

Publish : Basori Adnan
Sumber : Dispen Lantamal V