Ditanya Alasan Nyabu, Yolla Berlin: Biar Semangat dan Ceria Pak Hakim

81
Terdakwa kasus narkoba Yolla Berlin ketika menjalani sidang di Ruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (2/9).

SURABAYA, SENTRAL ONE.COM – Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang lanjutan kasus narkoba dengan terdakwa Yolla Berlin yang berprofesi sebagai penyanyi dengan agenda pemeriksaan saksi penangkap, di Ruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (2/9).

Fabianes George, saksi penangkap yang bertugas di Satreskoba, Polrestabes Surabaya, memberikan keterangan dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Eko, bahwa terdakwa ditangkap di sebuah kos (Zona Homestay) dan mengaku sabu seberat brutto 0,12 gram untuk dipakai sendiri.

“Saya tangkap di kosnya. Setelah digeledah, ditemukan sabu di dalam saku di kantong sebelah kiri. Ngakunya di pakai sendiri,” kata saksi Fabianes.

Selanjutnya, usai pemeriksaan saksi, hakim Eko kemudian melanjutkan agenda sidang ke pemeriksaan terdakwa.

Saat ditanya terkait berapa lama terdakwa sudah memakai barang haram tersebut.

“Enam bulan pak hakim. Saya beli Rp. 200 ribu 1 paket,” ucap terdakwa yang saat sidang di dampingi kuasa hukumnya, Farah.

Terdakwa juga menambahkan, alasan dirinya memakai sabu untuk membuatnya lebih ceria dan energik saat bekerja sebagai seorang penyanyi.

“Biar semangat, ceria pak hakim,” ucap terdakwa.

Terpisah, Farah, saat ditemui usai sidang mengatakan, bahwa dirinya tidak sependapat dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukisno dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya yang mendakwa dengan pasal 114 ayat (1).

“Karena dia bukan pengedar, kurir atau bandar. Kalau menurut saya dia (Yolla) cocoknya pasal 127,” ujar Farah.

Masih menurut Farah, alasan dari kliennya menggunakan sabu adalah untuk menyambung hidup karena sebagai tulang punggung keluarga.

“Tadi di persidangan sudah dijelaskan, kalau dia sebagai tulang punggung keluarga. Dia harus bekerja demi menghidupi kedua anak-anaknya yang masih kecil. Dia harus fit. Beban hidupnya memang berat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, terdakwa Yolla Berlin ditangkap usai membeli sabu dari Hasip (berkas terpisah).

Sebelum ditangkap, terdakwa sudah menggunakan sabu bersama Surateno (berkas terpisah) di dalam kamar kosnya.

Karena merasa kurang, terdakwa dan Surateno sepakat untuk membeli sabu lagi.

Saat kembali ke kosnya itulah, terdakwa kemudian ditangkap bersama Surateno.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan alat bukti berupa botol plastik yang di pergunakan sebagai alat hisap atau bong dan juga handphone merek OPPO.

Kemudian, terdakwa di bawa ke Mapolrestabes Surabaya, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Publish : Hery Setia