Ditpolairud Polda Jatim Amankan Satwa Burung Dilindungi dari Papua

56
Wadir Polairud Polda Jatim AKBP Kobul S. Ritonga, SIK., M.Si.

SURABAYA, SENTRAL ONE.COM – Direktorat Polairud Polda Jatim berhasil mengamankan satwa burung dilindungi dari penumpang KM Senja Persada di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (19/9) sekitar pukul 02.00 wib.

Dari penangkapan itu petugas mengamankan 142 ekor satwa burung dilindungi, tiga buah tanduk rusa dan tujuh pelaku.

Wadir Polairud Polda Jatim AKBP Kobul S. Ritonga, SIK., M.Si., ketika menggelar pers realease di Mako Polairud Polda Jatim, Kamis (19/9) mengatakan bahwa penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang mengetahui adanya satwa burung dilindungi di dalam kapal.

“Kami telah melaksanakan kegiatan pengamanan terhadap para pelaku yang melakukan kegiatan membawa satwa yang dilindungi dari Papua ke Surabaya dengan menggunakan Kapal Senja Persada. Mereka kami amankan ketika kapal mereka sandar di Pelabuhan Tanjung Perak,” kata Wadir Polairud Polda Jatim.

Kobul S. Ritonga melanjutkan, ketika anggotanya melakukan pemeriksaan di dalam KM Senja Persada berhasil menemukan 142 satwa burung dilindungi.

“Ketika kami lakukan pemeriksaan, kami temukan bahwa di dalam KM Senja Persada tersebut ada penumpang yang membawa beberapa satwa yang dilindungi. Ada lima jenis satwa burung dilindungi dari pengamanan tersebut di antraanya, 27 ekor Jagal Papua, 92 Cucak Papua, 22 ekor Kasturi, satu ekor Koak, dengan total burung jumlahnya sekitar 142 ekor, dan tiga buah tanduk rusa,” tuturnya.

Untuk sementara, satwa burung dilindungi saat ini masih diamankan di Mako Polairud Polda Jatim.

Petugas juga masih melakukan penyidikan terhadap para pelaku untuk mengungkap jaringan pengedar satwa burung dilindungi.

Karena menurut pengakuan para pelaku mereka menjual satwa burung dilindungi ini melalui jejaring online ataupun kepada para pembeli yang sudah memesan kepada pelaku, dan mereka bukan baru pertama kali melakukan perbuatan tersebut.

“Untuk saat ini barang bukti berupa satwa burung dilindungi masih kami amankan, dan kami masih melakukan penyidikan kepada tujuh pelaku. Mereka kita duga melakukan pelanggaran pasal 21 ayat (2) jo pasal 40 ayat (2) UU RI nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” jelas Kobul.

Atas perbuatannya para pelaku terancam hukuman lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 100 juta.

Publish : Hery Setia