Gelar ‘Jancuk’ Kepada Jokowi, Ermawan Harus Tanggung Jawab

892

SURABAYA, SENTRAL ONE.COM – Deklarasi dukungan kepada Capres petahana nomor urut 01 Joko Widodo yang digelar oleh Forum Alumni Jatim (FAJ) di Tugu Pahlawan, Surabaya, Sabtu (2/2) kemarin, dihadiri ribuan relawan dari berbagai komunitas.

Namun, acara tersebut dinilai sebagian relawan Jokowi sangat keterlaluan dan mengecewakan.

Karena, selain memberi gelar Cak kepanjangan dari, Cakap, Agamis, Kreatif, kepada Ir. H. Joko Widodo Presiden Republik Indonesia, juga ada tambahan gelar umpatan yakni ‘Jancuk’ kepada Presiden Jokowi.

Salah seorang peserta deklarasi dari relawan Rakyat Cinta Jokowi, sangat kecewa dengan acara tersebut.

Menurutnya, panitia kecolongan memakai pembawa acara, yang dengan santainya mengeluarkan kalimat umpatan, penghinaan kepada Presiden Jokowi.

“Kami dari elemen Rakyat Cinta Jokowi, sangat kecewa dengan acara deklarasi yang di prakarsai oleh Forum Alumni Jatim (FAJ), tidak selayaknya panitia memberi gelar penghinaan kepada Presiden Jokowi dengan gelar ‘Jancuk’, siapapun pembawa acara itu adalah bagian dari panitia pelaksana, Ketua Panitia Ermawan Wibisono harus minta maaf kepada Presiden Jokowi dan seluruh rakyat Indonesia secara terbuka melalui media massa atas penghinaan yang diucapkan pembawa acara deklarasi Forum Alumni Jatim kepada Presiden Jokowi,” ungkap Agus salah satu peserta deklarasi dari elemen relawan Rakyat Cinta Jokowi, yang ditemui wartawan disela sela acara deklarasi FAJ di Tugu Pahlawan.

Agus menambahkan, meskipun menurut pengakuan pemberi julukan Jancuk yang merupakan kepanjangan dari, Jantan, Cakep, Ulet, dan Komitmen, memiliki makna positif dan mengacu pada akronim singkatan yang baik.

Namun, tetap saja hal itu sebagai sebuah penghinaan. Karena yang diberi julukan itu orang terhormat, Presiden dan lambang negara.

“Kalau Gelar Cak yang disematkan kepada Presiden Jokowi, itu sudah benar, namun pemberian Gelar ‘Jancuk’ kepada Presiden Jokowi, ini yang keterlaluan. Ingat Presiden Jokowi bukan bahan guyonan, walaupun kita semua tau pembawa acara Djadi Galajapo adalah pelawak, seharusnya jauh hari sebelum acara dimulai, Ermawan selaku Ketua Panitia yang bertanggung jawab dalam acara tersebut, harus memberi arahan kepada pembawa acara, bukan dibiarkan berceloteh begitu saja, akhirnya keceplosan dengan mengeluarkan kalimat ‘Jancuk’ diatas panggung, sebagai tambahan gelar buat Presiden Jokowi,” tegas Agus.

Ermawan selaku ketua panitia deklarasi dari Forum Alumni Jatim, harus bertanggung jawab atas gelar umpatan ‘Jancuk’ yang disematkan kepada Presiden Jokowi.

Bagi masyarakat Jawa Timur kalimat ‘Jancuk’ adalah kalimat tidak pantas (saru).

“Siapapun orang yang dipanggil dengan sapaan ‘Jancuk’ pasti mangkel (Kesal), apalagi Presiden sebagai Lambang Negara, bukan bahan guyonan, kalimat ‘Jancuk’ bagi masyarakat Jawa Timur, kalimat itu sangat saru atau tidak pantas, jorok, dan tidak senonoh,” pungkasnya. (*)

Editor : Hery Setiawan