Ini Alasan Pembina LPKAN Indonesia Dukung La Nyalla Jadi Ketua DPD RI

77
Wibisono, SH., MH., Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia.

JAKARTA, SENTRAL ONE.COM – Para calon anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI yang lolos ke Senayan mulai nampak, salah satunya adalah La Nyalla Mahmud Mattaliti.

Tokoh dari jatim ini telah lolos ke senayan dengan suara terbanyak di Jatim.

“Saya sebagai orang Jatim mendukung La Nyalla untuk menjadi ketua DPD RI,” ujar pembina LPKAN (Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara) dan Pengamat Politik Wibisono, SH., MH., kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/7).

Disamping La Nyalla ,ada beberapa nama telah disebut sebagai calon kuat Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang baru, yaitu Istri Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Hemas, hingga Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, yakni Jimly Asshiddiqie.

Ketiganya merupakan tokoh dengan perolehan suara tertinggi di daerahnya.

Selain itu, namanya juga sudah dikenal masyarakat indonesia.

Tetapi La Nyalla menurut Wibisono lebih fenomenal daripada nama nama yang lain.

“Dia lebih berani menyuarakan kepentingan rakyat di daerah, serta tokoh yang satu ini kerap membuat pernyataan-pernyataan yang kontroversial,” imbuhnya.

Sehingga, lanjut Wibisono, DPD RI akan punya warna sendiri untuk perubahan yang lebih baik.

“Saya mengenal kedua tokoh ini,baik La Nyalla atau prof Jimly, keduanya sangat layak masuk bursa calon ketua DPD RI. Namun, tantangan kedepan dibutuhkan sosok yang berani bersuara lantang, terutama untuk membela kepentingan rakyat, karena selama ini DPD hanya terkesan sebagai pelengkap di Senayan, suaranya nyaris tak terdengar,” pungkas Wibisono.

La Nyalla Mahmud Mattalitti ketika foto bersama Oesman Sapta Odang dan Yorrys Raweyai.

Sementara itu, salah satu kandidat kuat ketua DPD RI, La Nyalla mengatakan bahwa, sebagai anggota DPD terpilih, ia telah memiliki beberapa visi dan misi yang akan dilakukan sebagai bagian dari DPD RI kelak.

Ia mengatakan, hal utama yang akan dilakukan ialah mempertegas tiga fungsi politik anggota DPD.

“Meliputi fungsi legislasi, pengawasan, dan representasi. Sehingga keberadaan DPD RI benar-benar dirasakan oleh rakyat di daerah yang diwakili,” ujar La Nyalla.

La Nyalla mengatakan, DPD harus memiliki peta sendiri menuju penguatan fungsi dan peran DPD RI.

Ia menjelaskan, ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal itu.

Pertama, DPD RI harus mendorong kembali semangat untuk memperjuangkan Amandemen ke-5 Konstitusi yang sudah digagas sejak tahun 2015.

Kedua, sebagai langkah taktis, DPD RI harus memperbanyak membuat kaukus berdasarkan topik atau isu yang dapat disuarakan.

Ketiga, mengingat salah satu kewajiban anggota DPD adalah menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan daerah, maka orientasi kepentingan daerah pemilihan (dapil), maka kepuasan masyarakat di dapil harus menjadi KPI masing-masing senator.

Sementara itu Kandidat kuat lain, Jimly Asshiddiqie, mengatakan bahwa ia siap menerima amanah bila terpilih menjadi ketua DPD.

Ia menyerahkan keputusan pada anggota-anggota DPD RI terpilih kelak.

“Kalau dipercaya oleh para anggota yang masing-masing sangat mandiri, Insya Allah kita jalankan dengan amanah,” tutur Jimly.

Publish : Hery Setia