Jelang PON XX Papua, PRSI Jatim Fokus Saring Atlet

96
Ketua Panpel Kejurda Renang Budiono didampingi Kabid Binpres Pengprov PRSI Jatim Khusaini Matlek dan Anang.

SURABAYA, SENTRAL ONE.COM – Pengurus Provinsi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (Pengprov PRSI) Jatim akan memanfaatkan event Kejuaraan Daerah (Kejurda) Renang yang akan digelar di kolam renang KONI Jatim pada 21-24 Maret mendatang untuk menyaring atlet renang PRSI Jatim yang akan dibawa bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua.

Kabid Binpres Pengprov PRSI Jatim, Khusaini Matlek mengatakan, kejurda renang kali ini cukup penting.

Karena, atlet-atlet terbaik hasil kejurda ini akan mewakili Jatim ke pra PON yang digelar 25-28 April mendatang.

Untuk itu, ia berharap atlet-atlet yang mewakili Jatim diseleksi dengan ketat.

“Bahkan, 19 atlet Puslatda renang Jatim (10 putri dan 9 putra) akan terjun di kejurda ini. Kami ingin menyeleksi para perenang Jatim, dan kejurda ini bisa jadi ajang promosi degradasi (promdeg),” kata Khusaini Matlek di Kolam Renang KONI Jatim, Jumat (15/3).

Lebih jauh, Khusaini menyatakan, bahwa untuk PON XX/2020 di Papua, jumlah perenang yang bertanding kuotanya hanya 90 atlet.

Jatim sedang mencari kuota maksimal 16. Pesaing Jatim adalah DKI Jaya dan Jabar.

“Kalau ini terpenuhi akan memudahkan kita mengatur strategi di PON nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panpel Kejurda Renang, Budiono menyatakan, peserta kejurda kali ini dibagi dua kelompok, yakni prestasi dan pelajar.

Pembagian dua kelompok ini berangkat dari pemikiran Pengprov PRSI Jatim, bahwa kalau hanya digelar kelompok prestasi, maka pelajar akan kesulitan meraih prestasi terbaik untuk bekal masuk sekolah negeri.

“Karena itu, kita pertandingkan kelompok umur (KU) 4 dan KU-5. Hanya saja, orang tua harus sabar dan tak terburu-buru. Untuk meraih prestasi terbaik itu butuh proses,” jelasnya.

Lebih dari itu, lanjut dia, kejurda renang tahun ini diberikan batasan waktu agar PRSI Jatim dapat menemukan atlet yang memiliki kualitas dibandingkan kuantitas.

“Jadi, harus ada pemecahan rekor,” tegasnya.

Melalui Kejurda renang yang jadi agenda rutin setiap tahun dari PRSI Jatim, membuat para pengurus ini jeli memantau kualitas perenang Jatim yang memiliki kualitas waktu yang baik.

Sementara, kejurda renang tahun ini diikuti 837 atlet dari 30 pengkot/pengkab PRSI di Jatim.

Kelas yang dipertandingkan, yakni kelas KU-5 (usia 8 tahun), KU-4 (usia 10 tahun), KU-3 (usia 12 tahun), KU-2 (usia 14 tahun) dan senior (usia 17 tahun ke atas).

Soal peta persaingan, Khusaini menambahkan, Kota Surabaya masih yang terkuat karena memiliki semua kelas.

“Di bawah Surabaya. Ada Gresik dan Malang yang bakal bersaing ketat,” ujarnya.

Editor : Hery Setia