JPU Tuntut Gus Nur Dua Tahun Penjara

22

SURABAYA, SENTRAL ONE.COM – Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Sugi Nur Raharja, Kamis (5/9).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menuntut Sugi Nur Raharja alias Gus Nur dengan pidana penjara selama dua tahun dan perintah penahanan.

Dia dinilai terbukti bersalah menghina karena menyebut Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) dengan kotoran manusia.

Dalam tuntutannya, Jaksa meminta hakim agar menghukum terdakwa Sugi Nur karena terbukti bersalah melakukan perbuatan sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (3) Juncto Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang ITE.

Ada hal memberatkan yang dijadikan pertimbangan jaksa dalam tuntutannya.

Pertama, terdakwa, kata jaksa, tidak menyesal kendati mengakui perbuatannya.

Hal yang meringankan, terdakwa sopan selama sidang.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun dengan perintah penahanan,” kata jaksa Oki Muji Astuti dalam surat tuntutannya.

Tuntutan tersebut diajukan jaksa berdasarkan fakta-fakta persidangan, baik dari keterangan saksi maupun terdakwa, keterangan ahli, dan bukti-bukti yang dihadirkan dalam sidang.

Unsur-unsur sebagaimana disebutkan dalam pasal yang diterapkan menurut jaksa sudah terpenuhi.

Atas tuntutan itu, penasihat hukum terdakwa, Andry Ermawan, meminta waktu dua minggu kepada majelis hakim untuk mengajukan nota pembelaan atau pledoi.

Pledoi akan disampaikan oleh terdakwa Sugi Nur dan sekaligus tim penasihat hukumnya.

“Kami ajukan pledoi, Yang Mulia,” kata Andry.

Publish : Hery Setia