Kapolres Gresik Pimpin Konferensi Pers Ungkap Kasus Curat dan Curanmor

27
Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro ketika memimpin konferensi pers hasil ungkap kasus Curat dan Curanmor di Mapolres Gresik, Sabtu (21/9).

GRESIK, SENTRAL ONE.COM – Kapolres Gresik, AKBP Wahyu S Bintoro, SH., SIK., M.Si., memimpin konferensi pers hasil pengungkapan kasus pencurian dan pemberatan (Curat), serta pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang dilakukan oleh Tim Black Panther dan Unit Reskrim Jajaran Polres Gresik.

Dari pengungkapan kasus tersebut anggota Polres Gresik berhasil mengamankan 11 tersangka dari 10 kasus Curat dan Curanmor.

“Anggota kami telah berhasil mengungkap 10 kasus dengan mengamankan 11 tersangka. Dari semua tersangka, ada tersangka yang merupakan hasil pengungkapan baru, ada pula yang hasil pengembangan (DPO). Namun, dari 11 tersangka itu kami sengaja tidak dihadirkan dalam giat ini, karena ada salah satu pelaku curat yang usianya masih dibawah umur. Jadi kami tidak perlihatkan,” ujar AKBP Wahyu S Bintoro, ketika konferensi pers di Mapolres Gresik, Sabtu (21/9).

Kapolres menambahkan, hasil pengungkapan itu didominasi pemain baru. Selebihnya merupakan wajah lama yang sudah beberapa kali berurusan dengan polisi dengan kasus yang sama.

Salah satunya, tersangka AG. Warga Tandes, Surabaya ini sudah dua kali masuk penjara.

“Tersangka AG kembali beraksi setelah bebas dari penjara,” tambahnya.

Kapolres mengatakan, tak ada modus baru dari tersangka yang ditangkap.

Untuk curanmor, modusnya beraksi dua orang atau lebih.

Mereka mencari sasaran di sejumlah pemukiman di Gresik.

“Sebagian besar pelaku mengincar motor korban yang diparkir di teras rumah,” paparnya.

Sedangkan modus yang digunakan menurut Kapolres, pelaku merusak kontak motor dengan menggunakan kunci T.

“Sewaktu menjalankan aksi, pelaku sangat lihai dan tidak perlu waktu lama,” ujarnya.

Terkait kasus curat kata Wahyu, sebagian besar pelaku mengambil ponsel korban saat tidur.

“Modus itu kami ketahui berdasarkan penyelidikan dan rekaman CCTV,” ungkapnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya, seperangkat kunci T, pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi, STNK motor hasil curian dan beberapa unit ponsel, sejumlah uang, dan plat nomor palsu.

“Hasil ungkap ini bertujuan untuk menciptakan situasi aman dan nyaman di kota Gresik,” ungkap Wahyu S Bintoro.

Wahyu mengimbau kepada seluruh masyarakat Gresik agar lebih berhati-hati dalam memarkir kendaraan bermotor.

Karena menurutnya, para pelaku kejahatan ini selalu mengincar korban yang lengah dalam memarkir kendaraan bermotor.

“Untuk semua warga Gresik agar selalu waspada dan hati-hati dalam memarkir kendaraan, karena pelaku kejahatan akan selalu mengincar kendaraan anda, jadi sekali lagi saya imbau agar selalu waspada agar tidak menjadi korban kejahatan,” pungkas Wahyu.

Publish : Hery Setia