Mudahnya Menciptakan Karya Musik di Era Digitalisasi

64
Ketua DPD PAPPRI Jatim, Sastra Harijanto.

SURABAYA, SENTRAL ONE.COM – Perkembangan tekhnologi membuat para musisi lebih mudah dalam menghasilkan sebuah karya musik yang berkualitas.

Kondisi ini tentu jauh berbeda dengan yang dialami oleh musisi pada era 80-90an.

Hal itu disampaikan oleh Sastra Harijanto Tjondrokusumo Ketua DPD Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Jawa Timur ketika ditemui di kediamannya Jalan Tenggilis Mejoyo Surabaya, Rabu (4/9).

“Musisi di era digitalisasi sekarang semua jadi dimudahkan, semua jadi terbantu, salah satunya dengan menjadikan karya musik itu sendiri. Salah satu contoh kecil, ketika proses pembuatan karya musik jika ada salah satu grup kita yang salah dalam memainkan nada tidak perlu diulang dari awal melainkan hanya bagian yang salah itu saja yang disempurnakan. Dengan begitu, tentu dapat mempersingkat proses pembuatan suatu karya musik,” jelasnya.

Tentu saja hal yang demikian itu menurut Hari tidak bisa dilakukan oleh musisi pada jaman dulu.

Dimana proses pembuatan karya musik itu terkesan sangat ribet dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Jaman dulu sangat ribet, kita harus latihan terlebih dahulu sebelum proses rekaman, karena tanpa persiapan yang matang tentunya biaya yang dikeluarkan juga semakin tinggi, seperti biaya sewa studio, belum lagi biaya lain-lain, berbeda dengan sekarang yang hanya proses satu kali rekaman saja bisa langsung jadi sebuah karya musik yang siap dikomersilkan,” kata Hari.

Disinggung tentang kesan dan nilai sebuah karya musik pada jaman dahulu dan sekarang, Hari mengatakan tentu sangat jauh berbeda.

Karena menurutnya, karya musik yang dihasilkan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan tentu sangat bernilai dan berkesan bagi musisi itu sendiri.

“Bicara tentang kesan hasil karya musik pada jaman dulu dan sekarang tentu berbeda, karena proses pembuatan sebuah karya jika semakin sulit, semakin rumit tentu semakin menimbulkan rasa puas dan bangga yang sangat tinggi bagi musisi itu sendiri. Dan tentunya karya mereka juga memiliki kualitas musikalitas yang sangat tinggi karena melalui proses yang sangat panjang,” ungkapnya.

Hari mencontohkan pada jaman dulu dalam menyelesaikan satu buah lagu prosesnya bisa sampai satu bulan, bahkan berbulan-bulan, padahal dalam satu kaset itu bisa berisikan 10 hingga 12 lagu.

“Proses pembuatan karya musik pada jaman dulu itu prosesnya sangat lama, bayangkan, satu lagu saja baru bisa diselesaikan dalam waktu satu bulan, bahkan bisa lebih, padahal satu kaset itu isinya bisa belasan lagu, karena musisi jaman dulu harus bisa menemukan moodnya dulu, kalau moodnya ga ketemu tentunya proses pembuatan karya musik juga semakin lama,” katanya.

Untuk itu, Hari berharap kepada musisi jaman sekarang agar dapat memanfaatkan kecanggihan tekhnologi yang ada dengan menciptakan karya musik yang memiliki nilai musikalitas tinggi.

“Manfaatkan perkembangan tekhnologi dengan menciptakan karya musik yang fenomenal, jangan malah menjadi musisi yang manja, cengeng dengan adanya kemudahan tekhnologi yang tidak dinikmati musisi jaman dulu. Jadikan tekhnologi sebagai modal dalam berkarya sehingga tercipta karya musik yang lebih sempurna,” tuturnya.

Publish : Hery Setia