Pengprov Perpani Jatim Tak Bisa Terbitkan Rekom Mutasi Lima Atlet Panahan Bojonegoro

56

SURABAYA, SENTRAL ONE.COM – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jatim belum bisa memberikan rekomendasi mutasi kepada lima atlet panahan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Perpani Bojonegoro.

Kelima atlet yang dimaksud adalah, Adit, Catur, Reza, Septian dan Rahmat.

Hal itu disampaikan Wakil I Ketua Harian Pengprov Perpani Jatim Rustamadji, SH., di Kantor Perpani Jatim, Jumat (20/9).

“Kami belum bisa memberikan rekomendasi mutasi atlet panahan asal Bojonegoro yang akan membela Papua dan Bali,” katanya.

Menurut Rustamadji itu dikarenakan para atlet tersebut belum bisa melengkapi syarat administratif yang telah ditentukan.

“Sampai hari ini kami belum menerima persyaratan administratif terkait mutasi atlet Pengkab Bojonegoro. Jadi kami belum bisa memberikan rekomendasi mutasi dari Bojonegoro baik ke Papua maupun ke Bali,” jelasnya.

Selain syarat administratif dia melanjutkan bahwa ada lagi syarat yang belum dipenuhi Pengkab Perpani Bojonegoro, yaitu tentang kompensasi atlet.

“Jadi karena dua syarat itu belum dipenuhi, untuk itu kami belum bisa memberikan rekomendasi mutasi atlet dari Pengkab Bojonegoro,” imbuhnya.

Dengan begitu menurutnya kelima atlet Pengkab Bojonegoro itu belum bisa dipastikan membela dua daerah (Papua, Bali) dalam ajang Pra PON Panahan di Jakarta.

Namun, dia menyatakan jika hari ini (Jumat,20/09) kelima atlet panahan Pengkab Bojonegoro itu dapat menyelesaikan dua syarat yang belum terpenuhi tadi, pihaknya juga dapat memberikan rekomendasi mutasi yang diminta oleh Pengkab Perpani Bojonegoro.

“Jika hari ini juga mereka dapat menyelesaikan dua syarat yang belum terpenuhi seperti yang telah disebutkan tadi, maka kami juga bisa langsung memberikan rekomendasi mutasi,” tuturnya.

Dia menambahkan apa yang dilakukan oleh Pengprov ini bukan untuk mempersulit proses mutasi atlet.

Namun, hal itu dilakukan karena Pengprov sebagai lembaga yang mengayomi seluruh atlet Pengkab maupun Pengkot se Jatim ingin para anggota mematuhi AD/ART organisasi yang telah disepakati bersama.

“Ini kami lakukan karena kami tidak ingin ada anggota Pengprov melanggar aturan organisasi. Karena selama ini Pengprov telah berusaha membina dan mengayomi serta memberikan edukasi baik adminstratif maupun tekhnik kepada seluruh Pengkab atau Pengkot Perpani Jatim demi Jawa Timur Jaya Luar Biasa,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Endah Susilawati dari Pengkab Perpani Bojonegoro mengaku akan menerima apapun yang menjadi keputusan dari Pengprov Perpani Jatim.

Karena menurutnya dalam acara mediasi antara Pengprov Perpani Jatim dan Pengkab Perpani Bojonegoro pihaknya telah menyampaikan kepada Ketua Pengprov Perpani Jatim terkait persyaratan mutasi atlet panahan Pengkab Bojonegoro.

“Kalau masalah kompensasi itu bukan dari Pengkab, karena sepengetahuan saya kompensasi itu dari KONI asal dan KONI daerah tujuan. Jadi semuanya apa kata Pengprov, apapun keputusannya akan saya terima,” ungkapnya.

Publish : Hery Setia