Permintaan Kunci Kantor Kesekretariatan PBSI Surabaya Ditolak

45

SURABAYA, SENTRAL ONE.COM – Gonjang ganjing klub Persatuan Bulutangkis Se Indonesia (PBSI) Kota Surabaya, ternyata belum tuntas dan terus berlanjut.

Hal ini terbukti dengan dilayangkannya surat yang berisi meminta “Kunci” kantor Kesekretariatan PBSI Surabaya oleh Ketua Pengurus Kota (pengkot) PBSI Surabaya hasil Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) 2019, Erwin Tri Tjahyono.

Namun, surat tersebut ditolak oleh Bayu Wira selaku Ketua Pengkot PBSI Surabaya.

Penolakan tersebut disampaikan Bayu Wira melalui kuasa hukum Pengkot PBSI Surabaya, Muhammad Arifin, SH.

Alasannya, menurut Arifin permintaan kunci kantor kesekretariatan Pengkot PBSI Surabaya, ini tidak mendasar.

Dikarenakan belum ada keputusan secara resmi dari Pengurus Pusat (PP) PBSI terkait siapa yang berhak menempati dan menjabat sebagai ketua PBSI Surabaya yang sah.

“Sampai saat ini belum ada surat keputusan atau jawaban dari PP PBSI, terkait hasil verifikasi klub yang menolak dan menerima muskotlub Pengkot PBSI Surabaya,” ujar Arifin kepada media di Surabaya, Jumat (12/4).

Jadi, lanjut Arifin, Ia meminta kubu Erwin Tri Tjahyono bersabar dan menghormati pernyataan bersama ketika melakukan verifikasi klub di gedung GOR PBSI Sudirman beberapa waktu lalu, yang di fasilitasi Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jatim dan Koni Surabaya.

Di lain tempat, Dodi Amirudin, pengurus klub badminton Tunas Harapan Jaya (THJ) sangat kecewa kepada semua pihak.

Terutama kepada Pengurus provinsi (Pengprov) PBSI jatim yang turut andil memperkeruh kegaduhan di tubuh PBSI Surabaya.

Karena dengan adanya hal tersebut, membuat atlet didiknya terhambat untuk meraih prestasi.

“Semestinya semua pihak berkepala dingin, jangan mementingkan pribadi. Terutama kepada pengrov PBSI jatim yang seharusnya bisa mengayomi semua pihak terutama untuk pembinaan atlet badminton di Surabaya,” tuturnya.

Publish : Hery Setia