Ratusan Warga Bendil Tuntut Tanah Fasum Kembali Ke Fungsinya

130

GRESIK, SENTRAL ONE.COM – Ratusan warga Dusun Bendil Desa Kepatihan Kecamatan Menganti Gresik melakukan aksi unjuk rasa di tiga titik pemerintahan, yaitu di Kantor Pemkab Gresik, Kantor BPN Gresik dan Kantor DPRD Gresik, Rabu (18/9).

Ratusan warga tersebut melaksanakan aksi demo sembari membawa beberapa perlengkapan, di antaranya, spanduk yang bertuliskan aksi warga, alat pengeras, bendera merah putih.

Mereka memprotes alih fungsi lahan seluas 11.360 M² diwilayahnya, yang mana sebelumnya merupakan lahan kas desa (Waduk/Fasum) saat ini beralih diduga menjadi hak milik perorangan, yang rencananya menjadi lahan kavling milik pengembang.

“Kami menanyakan kepada Pemkab, BPN dan DPRD terkait keberadaan tanah kas desa yang dulu merupakan sebuah waduk atau fasum, karena sekarang beralih fungsi yang diduga disalahgunakan oleh oknum pengusaha kavling secara tidak sah,” kata Bejo salah satu perwakilan warga Dusun Bendil.

Menurut Bejo, berdasarkan surat edaran pemberitahuan dari Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) tertanggal 12 April 2018, yang ditujukan kepada Ketua RW VI Bendil. Surat nomor 503/1053/437.61/2018 terkait Peta Blok dan NOP beserta bukti tertulis, dari BPPKAD disampaikan bahwa terhadap Nomor Objek Pajak 35.25.060.021.012.0085-0 dengan luas tanah 11.360 M² adalah waduk atau fasilitas umum.

“Surat tersebut kan sudah jelas, bahkan tahun 1998 juga ada bahwa lahan tersebut merupakan sebuah waduk atau fasum. Tapi kenapa saat ini waduk tersebut kok malah diurug yang rencananya dibuat kavlingan, padahal waduk tersebut juga digunakan sebagai resapan air, kalau diurug bisa-bisa dusun Bendil akan banjir jika hujan nanti,” cetus Bejo.

Unjuk rasa tersebut dimulai dari Kantor Pemkab Gresik, setelah menyampaikan aspirasinya kemudian dilanjutkan ke kantor BPN dan diterima langsung oleh Kepala BPN Asep Heri.

Terakhir aksi warga tersebut dilanjutkan di Kantor DPRD Gresik hingga selesai, tanah yang dipersoalkan warga, secara fisik berada di Dusun Bendil, Desa Kepatihan Menganti. Namun, saat ini diduga sudah dibeli oleh perseorangan.

Sementara, kuasa hukum warga Bendil dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forum Aspirasi Dan Advokasi Masyarakat Moh Taufik MD, saat dikonfirmasi, mengatakan, bahwa pihaknya sangat kecewa atas hasil pertemuan di Kantor DPRD Gresik, yang mana dua orang perwakilan dari anggota DPRD yang menerima warga, yaitu dari Fraksi PDIP dan PKB mengatakan bahwa tanah tersebut sesuai hasil keputusan PTUN pada tahun 2017 merupakan milik perorangan.

“Kami kecewa dengan kawan-kawan dewan yang alasannya masih belum dibentuk AKD nya, jadi kawan-kawan dewan sampai sekarang diduga cenderung ndak ada kerjaan. Komisi belum dibentuk AKD belum dibentuk, kita disuruh sabar menunggu dan lain sebagainya,” ujarnya

Harusnya, lanjut Taufik, ketika sudah jadi secara suara kawan kawan dewan setidaknya ada upaya untuk kemudian bersama rakyat ini menyelesaikan masalah ini, karena beliau punya hak kontrol, dan punya kewenangan mengajak kita untuk hearing.

“Jadi cenderung cuma ditampung, kita menunggu pengertian dan lain sebagainya, jadi saya pikir itu terlalu diplomatis. Untuk langkah selanjutnya kami tetap menunggu bersama Bupati dari Pemkab dan BPN, untuk melakukan apa yang sudah disepakati untuk memanggil semua pihak dan akan dibentuk TPF (Tim Pencari Fakta) untuk menyelesaikan hal ini,” ungkap Taufik

Taufik menambahkan, terkait isi dari PTUN tersebut, disana teman-teman juga banyak yang belum paham, jadi dikatakan sudah selesai dari hasil PTUN itu milik pihak ini.

Padahal pihak BPPKAD sudah menjelaskan bahwa itu fasum, kalau kemudian tanah itu miliknya si A bagaimana prosesnya.

“Kita tau lah aturan dari permendagri bagaimana, yang harusnya melibatkan, atau diparipurnakan dirapatkan di dewan, apalagi kemudian di swasta yang bukan person. Hal itu sangat janggal dan kami betul-betul sangat kecewa karena mereka (Anggota Dewan.red) harusnya menjadi Dewan Perwakilan Rakyat yang secara obyektif,” pungkas M. Taufik MD kuasa hukum warga Bendil dan selaku korlap aksi.

Penulis : Tyar
Publish : Hery Setia