Sengketa Fasum Dusun Bendil, Warga Datangi Kantor BPN Gresik

104
Kepala BNP Gresik Asep Heri ketika menemui warga Dusun Bendil di Kantor BPN Gresik, Rabu (18/9).

GRESIK, SENTRAL ONE.COM – Warga Bendil Kelurahan Kepatihan Kecamatan Menganti, Gresik mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik, Rabu (18/9).

Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Kampung dengan didampingi LBH Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat itu bertujuan untuk mengadukan nasib tanah fasilitas umum (Fasum) yang dijadikan tanah kavling oleh pengusaha property dari Surabaya.

Padahal fasum tersebut sebelumnya dijadikan warga Bendil sebagai waduk untuk menampung air dan juga untuk mencegah terjadinya banjir di Desa tersebut.

Kepala BPN Gresik Asep Heri yang menemui warga mengtakan bahwa pihaknya akan mempelajari berkas yang sampaikan oleh warga Bendil.

Dirinya menyatakan bahwa akan mengambil keputusan tanpa memihak siapapun.

“Kami akan mempelajari dokumen yang saudara-saudara sampaikan. Kami berjanji akan mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, tanpa memihak siapapun, melainkan BPN sebagai lembaga negara akan berpegang teguh pada data dan fakta yang ada,” kata Asep yang disambut teriakan para pendemo.

Asep menambahkan, pihaknya akan segera melakukan silaturahmi dengan kedua belah pihak untuk membicarakan permasalahan sengketa lahan fasum di Dusun Bendil.

Hal itu agar tidak ada yang merasa dirugikan dengan adanya sengketa lahan yang dijadikan warga sebagai waduk.

“Kami bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Dan tidak menutup kemungkinan kami akan menggelar silaturahmi lanjutan sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan dan terganggu. Saya sebagai Kepala BPN akan hadir kepada semua pihak tanpa melihat kekiri atau kekanan, melainkan sesuai data dan fakta yang ada,” tutur Asep.

Setelah ditemui Kepala BPN, massa kembali melakukan aksinya dengan mendatangi Kantor DPRD Gresik.

Tujuan mereka tak lain untuk mengadukan nasib mereka agar fasum yang akan dijadikan tanah kavling itu dapat dikembalikan lagi kepada warga untuk digunakan sebagai waduk seperti dulu lagi.

Publish : Hery Setia